Musakhan

Mengenal Musakhan, Roti Pipih Isi Ayam Asal Palestina

PALESTINA memiliki ragam kuliner dengan rasa unik dan masih berkaitan dengan kuliner khas Timur Tengah. Salah satu yang identik dari masakan Palestina adalah menonjolkan bahan-bahan sehat seperti seperti minyak zaitun, ikan, yoghurt dan kacang-kacangan.

Jenis makanan apa pun yang Anda santap, pasti akan tercium aroma bawang putih dan herba yang sangat cocok dipadukan dengan bumbu rempah khas Arab seperti sumac dan za’atar. Bagi masyarakat Palestina, makanan lebih dari sekadar bahan bakar dan nutrisi, melainkan dianggap sebagai budaya yang harus dilestarikan.

Seperti dilansir dari Tasting Table, wilayah Gaza Slot777 menawarkan kekayaan sumber makanan darat dan laut yang menonjolkan rempah-rempah. Di bagian barat Palestina, Anda akan menemukan roti seperti jenis bagel, lentil, hingga daging-dagingan. Sedangkan di sebelah utara Palestina, umumnya dikenal dengan jenis makanan berbahan ikan, delima, dan zaitun.

Akan tetapi, ada satu jenis makanan yang bisa ditemukan di tiga wilayah tersebut yakni sebuah makanan nasional Palestina yang dikenal dengan nama musakhan. Panganan yang banyak dijumpai di berbagai warung makan ini paling berorientasi budaya dan menjadi hidangan super dalam hal bahan dan rasa.

Elemen dasar hidangan ini adalah sepotong roti pipih yang diberi topping ayam, bawang bombay, sumac, dan minyak zaitun. Secara tradisional, makanan ini dibuat dengan cara memanggang ayam. Perlu banyak bawang bombay yang dilumuri minyak zaitun hingga menjadi manis, serta tambahan rempah-rempah untuk memberikan rasa yang tajam.

Diketahui, pohon zaitun adalah ciri khas lanskap budaya Palestina dan menjadi simbol Sumud (ketabahan). Minyak zaitun adalah sumber utama makanan khas Palestina sehingga digunakan pada banyak resep masakan terutama musakhan.

Perpaduan rasa dari bahan-bahan tersebut tidak hanya harmonis, tetapi juga lezat, apalagi ditambah dengan lembutnya roti pipih di bagian bawahnya. Tak heran jika makanan ini menjadi salah satu ikon kuliner Palestina yang digemari masyarakat lokal maupun mancanegara.

Asal-usul Musakhan

Banyak sumber yang menyebutkan asal-usul musakhan tidak diketahui kebenarannya secara pasti. Akan tetapi secara nama, hidangan ini berasal dari kata Arab, sakhan yang artinya mengacu pada cara memasaknya, yakni sesuatu yang dipanaskan.

Pada awalnya, makanan ini hanya terdiri dari roti dan daging sebagai bahan utama, namun bahan-bahan lain akhirnya ditambahkan. Salah satu kombinasi yang tercipta dari racikan makanan tersebut adalah daging ayam dan roti.

Diketahui, usia musakhan sekitar 150 tahun, meskipun Serious Eats memperkirakan umurnya mungkin sudah beberapa abad berdasarkan lagu-lagu dan cerita-cerita di Palestina. Namun, dari segi tempat kelahirannya, 196 Flavors mencatat kuliner ini pertama kali berasal dari daerah Jenin dan Tulkarem.

Zaman dulu, musakhan hanya dimasak sekitar musim pengepresan minyak zaitun pada Oktober atau November. Namun kini, hidangan ini selalu tersedia sepanjang tahun. Ya, musakhan mudah dibuat dan cocok untuk sajian makan malam. Selain itu, musakhan juga cukup istimewa untuk disajikan saat pesta.

Untuk membuat musakhan terbilang mudah. Sebagai permulaan, roti yang digunakan harus jenis taboon, tetapi jika Anda tidak dapat menemukannya, bisa menggunakan roti naan atau roti pita.

Sedangkan untuk ayam, pilih bagian dada atau kaki tanpa tulang. Kombinasi keduanya juga bisa digunakan. Terakhir, beberapa sumber menunjukkan bombay kuning paling cocok untuk resep ini, meskipun bisa juga menggunakan bawang merah.

Untuk kuliner yang satu ini, biasanya menggunakan sumac berwarna gelap yang akan memberikan rasa lebih kuat pada musakhan. Secara umum, hidangan Mediterania kerap menambahkan sumac dengan beberapa rempah-rempah lainnya seperti jintan, allspice, kapulaga, dan ketumbar. Jangan lupa siapkan kaldu ayam, kacang pinus, dan tentu saja, minyak zaitun.

Berikut cara membuat musakhan secara mudah di rumah:

Bahan:

  • 1 ayam (sekitar 1,7kg), dibagi menjadi 4 potong ayam tergantung ukurannya).
  • 120 ml minyak zaitun, ditambah 2–3 sdm ekstra.
  • 1 sdm jintan bubuk.
  • 3 sdm sumac.
  • 1/2 sdt kayu manis bubuk.
  • 1/2 sdt bubuk allspice.
  • 30g kacang pinus.
  • 3 bawang merahbesar, iris tipis, tebal 2–3mm (500g).
  • 4 roti taboon atau roti pipih apapun.
  • 5 gram daun peterseli, cincang kasar.
  • Garam.
  • Lada hitam.
  • 300 gram Greek yogurt.
  • 1 buah lemon, potong empat bagian.

Cara membuat:

– Panaskan oven hingga 200 derajat celcius.

– Tempatkan ayam dalam mangkuk besar. Masukkan 2 sendok makan minyak zaitun, 1 sendok teh jintan, 1 1/2 sendok teh sumac, kayu manis, allspice, 1 sendok teh garam dan lada hitam. Aduk rata agar tercampur.

– Taruh ayam yang sudah dilapisi bumbu di atas loyang berlapis perkamen. Panggang sampai ayam matang, yaitu sekitar 45 menit.

– Setelah matang, keluarkan dari oven dan sisihkan. Jangan membuang jus yang terkumpul di baki.

– Sementara itu, masukkan ayam yang sudah dipanggung dengan 2 sendok makan minyak zaitun ke dalam wajan.

– Tumis dengan api sedang.

– Tambahkan kacang pinus dan masak selama sekitar 2–3 menit, aduk terus sampai kacang berwarna cokelat keemasan.

– Pindahkan ke mangkuk yang dilapisi kertas dapur (sisakan minyak di dalam wajan) dan sisihkan.

– Tambahkan sisa 60ml minyak ke dalam wajan, masukkan bawang merah dan 3/4 sendok teh garam. Tumis dengan api sedang selama kurang lebih 15 menit sampai bawang bombay benar-benar lunak dan pucat keemasan tetapi tidak karamel.

– Tambahkan 2 sendok makan sumac, sisa 2 sendok teh jintan dan lada hitam, aduk rata, sampai bawang benar-benar terlapisi. Angkat dari api dan sisihkan.

– Saat siap untuk penghidangan, panggang roti selama sekitar 2–3 menit, sampai garing.

– Pindahkan ayam di nampan dan taburi roti, saus bawang dan daun pitterseli yang sudah dicincang halus. Sajikan sekaligus dengan yoghurt dan irisan lemon.

Baca Juga : https://www.bayflatslodgeblog.com/resep-roti-maryam-rumahan/